Baiklah, ini adalah kisah Dracin emosional dengan judul "Aku menari di pesta kemenanganmu, tapi hatiku sudah kalah," dengan gaya bahasa yang diminta: **Aku Menari di Pesta Kemenanganmu, Tapi Hatiku Sudah Kalah** Embun pagi menggantung di kelopak bunga lili, serupa air mata yang enggan jatuh. Di balik jendela berukir naga, Lin Yue menatap pesta. Gemerlap lampu, denting gelas, dan tawa riang – sebuah perayaan atas keberhasilan suaminya, Jenderal Zhao Tian, menumpas pemberontakan. Lin Yue seharusnya bahagia. Bukankah ini yang selama ini ia impikan? Namun, di balik senyum yang dipaksakan, hatinya hancur berkeping-keping. Ia menari di pesta *kemenangan* suaminya, namun hatinya sudah lama kalah. Kalah oleh kebohongan yang dibangun Zhao Tian di atas reruntuhan kebenaran. Zhao Tian, pahlawan di mata rakyat, adalah monster di mata Lin Yue. Ia tahu rahasia gelap sang jenderal. Pemberontakan itu, bukanlah pemberontakan rakyat jelata. Itu adalah pemberontakan keluarga Wei, keluarga yang dijebak dan dihancurkan oleh Zhao Tian demi ambisi kekuasaannya. Keluarga Wei adalah keluarga Lin Yue sendiri. Sejak kecil, Lin Yue diajarkan tentang keadilan dan kejujuran oleh ayahnya, Wei Chang. Ia mencintai Zhao Tian, mempercayainya dengan segenap jiwa. Hingga malam nahas itu, ketika ia tanpa sengaja mendengar percakapan Zhao Tian dengan penasihatnya, membuka tabir kebusukan yang tersembunyi. "Wei Chang terlalu jujur. Ia menjadi batu sandungan bagi rencana kita," desis Zhao Tian, suaranya dingin menusuk. "Singkirkan dia dan keluarganya. Buat seolah-olah mereka memberontak." Lin Yue hancur. Cintanya berubah menjadi *BENCI* yang membara. Ia memutuskan untuk membalas dendam, namun dengan cara yang cerdas dan terukur. Ia tidak ingin mati sia-sia. Ia akan menghancurkan Zhao Tian dari dalam. Ia terus berada di sisi Zhao Tian, menjadi istri yang patuh dan mendukung. Ia mempelajari setiap kelemahan suaminya, setiap intrik politik yang ia lakukan. Ia mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Zhao Tian, menyimpannya di tempat yang tak mungkin ia duga. "Kau terlihat cantik malam ini, Yue'er," bisik Zhao Tian, mencium lehernya. Lin Yue tersenyum, senyum *beracun* yang tak dapat dilihat oleh siapa pun. "Terima kasih, Jenderal," jawabnya lembut. "Aku hanya ingin menjadi istri yang baik." Bertahun-tahun berlalu. Lin Yue berhasil menanamkan orang-orangnya di setiap lini kekuasaan Zhao Tian. Ia menyebarkan desas-desus tentang korupsi dan kesewenang-wenangan sang jenderal, membangkitkan kembali ingatan tentang keluarga Wei yang tidak bersalah. Puncaknya terjadi di malam ulang tahun Zhao Tian. Lin Yue, dengan gaun merah menyala, naik ke atas panggung. Ia mengambil mikrofon dan mulai berbicara, suaranya lantang menggema di seluruh ruangan. "Malam ini, kita merayakan hari kelahiran seorang pahlawan. Seorang jenderal yang telah menyelamatkan negara dari pemberontakan. Namun, tahukah kalian kebenaran di balik semua ini?" Lin Yue kemudian membeberkan semua bukti yang telah ia kumpulkan. Surat-surat rahasia, saksi-saksi yang berani muncul, semuanya membuktikan bahwa Zhao Tian adalah dalang dari penghancuran keluarga Wei. Zhao Tian terkejut. Wajahnya memerah padam. Ia mencoba menyangkal, namun suaranya tenggelam dalam sorakan dan hujatan dari para tamu. Orang-orang yang selama ini memujanya, kini berbalik mencelanya. "Kau… KAU *PENGKHIANAT!*" teriak Zhao Tian, menunjuk Lin Yue. Lin Yue tersenyum. Senyum yang tenang namun menghancurkan. Ia tahu, ini adalah akhir dari segalanya. "Aku hanya mengembalikan apa yang menjadi hakku," jawabnya dingin. "Keadilan untuk keluargaku." Zhao Tian ditangkap dan diadili. Ia dihukum mati atas pengkhianatan dan korupsi. Lin Yue menyaksikan eksekusi tersebut dengan tatapan kosong. Dendamnya telah terbalaskan. Namun, hatinya tetap kosong. Di hari pemakaman Zhao Tian, Lin Yue menaburkan abu jenazah suaminya di atas makam keluarga Wei. Ia membisikkan sebuah janji. "Kalian telah tenang sekarang. Aku akan menyusul kalian… suatu hari nanti." Lin Yue kemudian menghilang, meninggalkan istana dan semua kemewahan yang pernah ia miliki. Ia memilih untuk hidup sederhana, menyumbangkan seluruh kekayaannya kepada para korban ketidakadilan. Namun, sebelum ia benar-benar pergi, ia meninggalkan sepucuk surat untuk Kaisar, berisi satu informasi penting yang dapat mengguncang seluruh kerajaan. Informasi tentang *putra mahkota* yang sebenarnya. Apakah Kaisar akan mempercayai kata-katanya, kata-kata seorang wanita yang telah kehilangan segalanya?
You Might Also Like: 0895403292432 Distributor Kosmetik
0 Comments: