## Kau Pergi Tanpa Alasan, dan Aku Mencari Jawabannya di Setiap Mimpi Udara malam di Beijing, tahun 2023, terasa asing. Meski dikelilingi gedung pencakar langit dan gemerlap lampu kota, Lin Wei, seorang *desainer interior* muda, selalu merasa ada sesuatu yang hilang. Mimpi-mimpinya adalah portal. Bukan sekadar kembang tidur, melainkan fragmen kehidupan lain, sebuah dinasti yang telah lama terkubur. Dalam mimpinya, ia bukan Lin Wei, melainkan *Putri Lianhua*, putri kesayangan Kaisar. Ia mengenakan hanfu sutra berwarna **giok**, berjalan di taman terlarang yang megah, dan tertawa bersama seorang pria yang wajahnya selalu buram. Namun, tawa itu selalu berakhir dengan *pengkhianatan*. Pria itu, yang ia sebut dalam mimpinya sebagai 'Gege'—kakak— menjanjikan cinta abadi, lalu menghilang di malam badai. Putri Lianhua menunggu, menunggu, hingga akhirnya menemui ajalnya dengan hati remuk redam di usia muda. Lin Wei terbangun dengan air mata berlinang setiap pagi. Ia tahu ini bukan sekadar mimpi. Ini adalah **kenangan**. Setiap detail, setiap aroma bunga *plum* yang mekar di taman, setiap lirik lagu kuno yang terngiang di kepalanya terasa nyata. Ia mulai mencari petunjuk. Perpustakaan kuno, pasar loak yang menjual artefak dinasti Ming, bahkan aplikasi kencan online yang mempertemukannya dengan kolektor barang antik bernama Zhao Yi. Zhao Yi, dengan mata *sebiru* langit sore, memiliki aura yang anehnya familiar. Ia mengoleksi jimat kuno, salah satunya berbentuk *bunga lotus* persis seperti yang selalu dikenakan Putri Lianhua. Semakin sering mereka bertemu, semakin jelas ingatan Lin Wei. Akhirnya, terungkaplah. Zhao Yi, di kehidupan sebelumnya, adalah Gege yang berjanji cinta abadi. Namun, ia adalah *mata-mata* dari kerajaan musuh. Demi ambisi dan kekuasaan, ia mengkhianati Putri Lianhua dan kerajaannya. Lin Wei tak tahu apa yang harus ia lakukan. Dendam? Tidak. Bukan itu yang diinginkannya. Ia hanya ingin memahami. Mengapa? Mengapa ia dikhianati begitu **KEJAM**? Pertemuan terakhir mereka terjadi di sebuah galeri seni. Pameran lukisan kuno, termasuk potret Putri Lianhua yang ditemukan kembali. Saat Zhao Yi menatap lukisan itu, ada penyesalan yang mendalam di matanya. "Kau tahu, kan?" tanya Lin Wei, suaranya nyaris berbisik. Zhao Yi mengangguk. "Aku tahu. Aku selalu tahu." Lin Wei tersenyum pahit. Ia mengerti. Kekuasaan dan ambisi seringkali mengalahkan cinta. Lalu, ia mengambil keputusan. Ia menolak tawaran pekerjaan impian di perusahaan milik keluarga Zhao Yi. Ia memilih jalan hidupnya sendiri, bebas dari bayang-bayang masa lalu dan masa kini Zhao Yi. "Aku memaafkanmu, Gege," bisik Lin Wei dalam hatinya, menatap mata Zhao Yi untuk terakhir kalinya. Lalu, ia berbalik dan pergi, meninggalkan pria itu terpaku di depan lukisan Putri Lianhua. Udara malam di Beijing, tahun 2023, terasa sedikit lebih ringan. Lin Wei merasa bebas. Ia telah menemukan jawabannya, dan ia telah memutuskan takdirnya. *Namun, takdir kita terjalin selamanya, dan di suatu kehidupan nanti, kita akan bertemu lagi, bukan begitu?*
You Might Also Like: Wajib Baca Tahta Itu Berdarah Oleh
0 Comments: