**Bayangan yang Menuntun ke Jurang** Di antara kabut *lembut* yang menyelimuti Bukit Seribu Bunga, terukir kisah kita, sebuah legenda yang *...

Drama Seru: Bayangan Yang Menuntun Ke Jurang Drama Seru: Bayangan Yang Menuntun Ke Jurang

Drama Seru: Bayangan Yang Menuntun Ke Jurang

Drama Seru: Bayangan Yang Menuntun Ke Jurang

**Bayangan yang Menuntun ke Jurang** Di antara kabut *lembut* yang menyelimuti Bukit Seribu Bunga, terukir kisah kita, sebuah legenda yang *nyaris* terlupakan. Aku, Ling Mei, terjebak dalam lukisan yang tak pernah selesai, menunggu sosokmu, Pangeran Zhan, yang hanya hadir dalam *bisikan* angin dan gemericik air terjun. Setiap kelopak sakura yang gugur adalah air mata kerinduan. Setiap hembusan angin adalah *sentuhan* jemarimu yang dulu membelai rambutku. Ingatkah engkau pada jembatan pelangi yang kita bangun dari janji dan mimpi? Jembatan itu kini hanya bayangan, terdistorsi dalam cermin waktu. Kau adalah *rembulan* di hatiku, terbit dan tenggelam tanpa pernah bisa kugapai. Aku mencoba mengumpulkan serpihan ingatan tentangmu, menyusunnya menjadi mahkota untukmu, tetapi mahkota itu selalu hancur menjadi debu di telapak tanganku. Apakah kau benar-benar ada, Pangeran Zhan, atau hanya *fantasi* yang diciptakan kesepianku? Di dalam mimpi, kita menari di bawah hujan meteor. Di dalam mimpi, kau mendeklarasikan cinta abadi di bawah pohon *wisteria* yang mekar sempurna. Di dalam mimpi, kita abadi. Tetapi ketika mentari pagi menyingsing, semua itu lenyap, meninggalkan rasa *hampa* yang menusuk kalbu. Aku terus mencari jejakmu di antara reruntuhan kuil kuno, di antara gulungan sutra yang menyimpan puisi cinta purba. Aku menggantungkan harapanku pada setiap *bayangan* yang menari di dinding, berharap itu adalah pantulan dirimu. Namun, suatu malam, di saat rembulan purnama membelah kegelapan, aku menemukan sebuah kotak musik. Kotak musik itu memainkan melodi yang *familiar*, melodi yang hanya kita berdua yang tahu. Di dalam kotak itu, tersimpan sehelai rambut perak, rambut yang sama persis dengan rambut kakek buyutku… ***Pengungkapan***: Pangeran Zhan bukanlah kekasihku dari masa lalu. Dia adalah *reinkarnasi* dari kakek buyutku sendiri, yang mencintai lukisanku, yang mencintai fantasiku, yang terjebak dalam labirin waktu dan ingatan sepertiku. Cinta ini… **TERLARANG**. Tetes air mata jatuh di atas kotak musik. Kebenaran itu menyakitkan, seindah racun bunga teratai. Cinta yang kutunggu-tunggu selama ini ternyata adalah pantulan dari masa lalu yang seharusnya dikubur dalam-dalam. … *Apakah kau mendengarku, di sana, di seberang waktu*?
You Might Also Like: Bikin Penasaran Bayangan Yang Menyembah

0 Comments: