## Aku Adalah Popup yang Mengganggu Ketika Ia Berusaha Melupakan Langit Jakarta malam ini, seperti biasa, berwarna abu-abu _mati_. Bukan abu-abu romantis seperti di film-film Dracin, tapi abu-abu yang terasa seperti sinyal Wi-Fi lemah. Dia, Anya, duduk di depan laptop bututnya, mencoba *membuang* bayangan masa lalu dengan menonton video kucing lucu. Gagal. Bayangan itu, Ren, tetap menari-nari di balik kelopak matanya. Ren. Nama itu bagai _password_ yang membuka folder kenangan yang seharusnya sudah terenkripsi selamanya. Di dimensi lain, atau mungkin **tahun** lain, Ren mencoba melakukan hal yang sama. Aplikasi kencan futuristiknya berkedip-kedip, menjanjikan cinta instan dengan algoritma paling mutakhir. Tapi matanya hanya terpaku pada layar yang menampilkan simulasi Anya. Simulasi yang _terasa_ kurang sempurna. Kurang hangat. Kurang... Anya. Dan di saat-saat paling rapuh itulah, *AKU* muncul. Aku adalah popup yang jahat. Aku adalah iklan pinjaman online yang menawarkan solusi instan untuk masalah yang tak pernah ada. Aku adalah notifikasi game yang memaksamu kembali padahal kamu sudah uninstall. Aku adalah tautan berita hoaks yang menyebar seperti virus. Singkatnya, aku adalah gangguan. Anya, dengan putus asa, mencoba menutupku. Tapi aku muncul lagi, lagi, dan LAGI! Aku berteriak tentang diskon 50% untuk pelumas rantai (padahal dia tidak punya motor!), aku memaksanya mengunduh aplikasi diet yang menjanjikan tubuh ala _idol Korea_ dalam seminggu (padahal dia sudah sempurna!). "PERGI!" teriak Anya, frustrasi. "Biarkan aku melupakannya!" Di dunia Ren, simulasi Anya tiba-tiba berhenti merespon. Layar membeku, menampilkan pesan error: *'Koneksi ke Masa Lalu Terputus'*. Ren menggebrak meja hologramnya. "Anya! BISAKAH KAU MENDENGARKU?!" Anya, entah bagaimana, merasakan getaran itu. Sebuah sentuhan dingin di belakang lehernya. Sebuah _e-mail_ tanpa pengirim yang berbunyi: *'Anya...'*. Aku terus muncul. Kali ini, aku menampilkan berita utama: "*Ilmuwan Menemukan Cara Berkomunikasi dengan Masa Lalu Melalui... Iklan?*" Di bawahnya, ada artikel panjang yang membahas tentang celah waktu, medan kuantum, dan _blablabla_ lainnya yang terlalu rumit untuk dipahami Anya. Ren, di dunianya, akhirnya menyadari. Cinta mereka bukan hanya tentang dua orang yang saling merindukan. Cinta mereka adalah produk sampingan dari **eksperimen** yang gagal. Mereka adalah tikus percobaan, terjebak dalam putaran waktu yang aneh. Akhirnya, Anya mengklik salah satu iklanku. Itu adalah iklan yang berbeda. Iklan yang sunyi. Iklan yang hanya menampilkan satu kata: *'LARI'* Ren, di saat yang sama, melihat simulasi Anya menghilang. Digantikan oleh pesan terakhir: "*Maafkan aku. Kita tidak pernah dimaksudkan untuk bertemu*." Aku tersenyum, sebuah senyum *digital* yang dingin. Aku, popup yang menyebalkan, adalah kunci dari semua ini. Aku adalah program pemutus cinta. Aku adalah... ...sebelum dunia padam, aku ingin bertanya, **"Apakah kamu ingat...?"**
You Might Also Like: Discover Realm Of Butterflies Embrace

0 Comments: