Kota ini bernapas dalam ritme notifikasi. Sebuah simfoni digital yang membungkam kesunyian, namun justru menggaungkan KEKOSONGAN di dalam d...

Dracin Populer: Tangisan Yang Menjadi Alunan Pembalasan Dracin Populer: Tangisan Yang Menjadi Alunan Pembalasan

Dracin Populer: Tangisan Yang Menjadi Alunan Pembalasan

Dracin Populer: Tangisan Yang Menjadi Alunan Pembalasan

Kota ini bernapas dalam ritme notifikasi. Sebuah simfoni digital yang membungkam kesunyian, namun justru menggaungkan KEKOSONGAN di dalam diri Anya. Hujan deras menari di jendela apartemennya, setiap tetesnya adalah bayangan kenangan. Aroma kopi pahit mengepul, serupa rasa yang tertinggal di lidahnya sejak kepergiannya.

Liam. Namanya, dulu, adalah melodi terindah. Sekarang, hanya gema menyakitkan di antara sisa chat yang tak terkirim. Foto-foto mereka bertebaran di galeri ponsel Anya, artefak sebuah mimpi yang tiba-tiba membeku. Bagaimana mungkin tawa Liam, yang dulu begitu hangat, kini hanya menjadi piksel-piksel dingin?

Mereka bertemu di aplikasi kencan. Kisah klasik modern. Anya, seorang penulis lepas yang tenggelam dalam dunia kata. Liam, seorang fotografer dengan mata yang menangkap keindahan dalam kesederhanaan. Cinta mereka tumbuh di antara kiriman meme, rekomendasi film, dan obrolan larut malam yang penuh janji. Janji yang PATAH.

Kehilangan Liam terasa samar, bagai mimpi buruk yang sulit diuraikan. Ia pergi tanpa penjelasan, hanya meninggalkan pesan singkat: "Maafkan aku." Pesan yang menggantung, seperti nota yang tak selesai ditulis. Anya mencoba mencari jawaban. Ia menjelajahi akun media sosial Liam, menghubungi teman-temannya, bahkan mendatangi apartemennya. Nihil. Liam menghilang, seolah ditelan bumi.

Namun, Anya bukan tipe wanita yang menyerah begitu saja. Ia merasa ada sesuatu yang DISENYAPKAN. Sebuah rahasia yang tersembunyi di balik senyum Liam yang memikat. Dengan ketekunan seorang detektif, Anya mulai menyusun kepingan-kepingan puzzle. Ia menemukan bukti transaksi mencurigakan, pesan tersembunyi di foto-foto Liam, dan seorang wanita misterius yang selalu hadir di latar belakang kehidupannya.

Raungan di dada Anya semakin kencang seiring terkuaknya kebenaran. Liam terlibat dalam bisnis gelap ayahnya, terpaksa menjalin hubungan dengan putri kolega demi menyelamatkan perusahaan keluarga. Cinta mereka hanya kebohongan besar, sebuah skenario yang disusun rapi untuk menutupi ambisi.

Anya hancur. Tapi di balik reruntuhan hatinya, tumbuh benih PEMBALASAN. Bukan pembalasan yang kejam, melainkan sebuah simfoni yang indah namun mematikan. Anya menulis sebuah novel. Kisah cinta tragis yang terinspirasi dari hubungannya dengan Liam. Dalam novel itu, Liam digambarkan sebagai pria yang egois dan pengecut, mengorbankan cinta demi kekuasaan.

Novel itu menjadi BESTSELLER. Diadaptasi menjadi film yang memenangkan banyak penghargaan. Liam, yang kini hidup dalam bayang-bayang skandal keluarga, hancur. Reputasinya tercoreng. Ia kehilangan segalanya.

Suatu malam, Anya menerima pesan dari nomor tak dikenal. "Aku tahu ini kamu, Anya. Selamat."

Anya tersenyum. Ia membalas pesan itu dengan satu kata: "Sampai Jumpa."

Anya menghapus semua foto Liam dari ponselnya. Ia membuang semua barang yang mengingatkannya pada masa lalu. Ia menutup pintu hatinya.

Di balkon apartemennya, Anya berdiri menatap kota yang bertaburan cahaya. Ia merasa lega, namun juga kosong. Ia telah membalas dendam. Tapi... apakah kebahagiaan itu benar-benar ada?

Angin malam berbisik, membawa serta aroma hujan dan kopi pahit. Di kejauhan, sirine ambulan meraung, seolah sebuah PERINGATAN.

... Apakah ini akhir dari segalanya, atau justru awal dari sesuatu yang baru?

You Might Also Like: Discover Best Vitamins For Menopausal

0 Comments: