Baiklah, ini dia kisah dracin pendek berjudul 'Cinta yang Menghapus Nama di Silsilah', dengan sentuhan misteri dan kejutan: **Cinta yang Menghapus Nama di Silsilah** Kabut tebal menggantung di Pegunungan Taihang, menyelimuti kuil kuno yang terlupakan. Sunyi. Hanya desiran angin yang mengusik dedaunan bambu, seolah membisikkan rahasia yang terpendam. Di dalam kuil, seorang pria berjubah hitam berdiri membelakangi cahaya rembulan. Wajahnya tersembunyi dalam bayangan, namun matanya – **SETAJAM** elang – memandang tajam ke arah sosok yang duduk bersimpuh di depannya. Wanita itu, Nyonya Besar Lian, adalah kepala keluarga Lian yang disegani. Namun, di hadapan pria misterius ini, ia tampak renta dan rapuh. “Kau… *kau* kembali, Lian Feng?” bisiknya, suaranya bergetar. Lian Feng, nama yang telah dihapus dari silsilah keluarga Lian dua puluh tahun lalu. Dinyatakan tewas dalam kebakaran misterius yang melanda kediaman mereka. “Apakah aku mengecewakanmu, Ibu?” jawab Lian Feng, suaranya pelan namun menusuk seperti jarum es. “Dulu, aku hanyalah aib keluarga. Sekarang… apakah aku masih sama?” Nyonya Besar Lian menunduk, air mata mengalir di pipinya yang keriput. “Kebakaran itu… aku… aku tidak punya pilihan.” Lian Feng melangkah maju, mendekat. “Pilihan? Atau *rencana*? Api membakar rumah, tetapi membakar juga hatiku. Membunuh namaku, tetapi membangkitkan… KEBENARAN.” Ia berhenti tepat di depan Nyonya Besar Lian. Cahaya rembulan menyinari sebagian wajahnya, menampakkan bekas luka bakar yang mengerikan. "Kau tahu, Ibu, aku tidak pernah mengerti mengapa Ayah begitu membenciku. Sampai aku menemukan surat itu... surat yang membuktikan bahwa aku BUKAN putra kandungnya. Aku adalah anak haram dari wanita lain, seorang wanita yang kau benci. Kau menginginkan pewaris murni, dan aku... adalah noda." Nyonya Besar Lian menggelengkan kepala, terisak. "Itu... itu semua demi keluarga! Demi menjaga garis keturunan Lian!" "Ketulusan yang indah," desis Lian Feng, nada suaranya sinis. "Tapi sayang sekali, **ketulusanmu** itu dibangun di atas kebohongan. Kau mengira aku mati, bukan? Kau salah. Aku hanya bersembunyi. Belajar. Merencanakan." Ia berlutut, meraih tangan Nyonya Besar Lian. Genggamannya erat, terlalu erat. "Dulu, aku adalah korban. Sekarang... AKU adalah *pelukis takdir*. Aku akan menulis ulang silsilah keluarga Lian. Aku akan menghapus semua noda... termasuk namamu." Senyum tipis tersungging di bibir Lian Feng. Senyum yang lebih dingin dari kabut Pegunungan Taihang. Nyonya Besar Lian menatap putranya, mata penuh kengerian. Ia melihat kebenaran yang selama ini disembunyikannya, terpantul jelas di mata Lian Feng. Dan pada saat itulah ia mengerti: **dia tidak menyelamatkan keluarga Lian, dia hanya memberikan mereka kepada sang jagal**.
You Might Also Like: Dr Strangelove Or How I Learned To Stop

0 Comments: