Baiklah, ini dia kisah dracin pendek berjudul 'Cinta yang Tak Pernah Sembuh': *** **Cinta yang Tak Pernah Sembuh** Kabut menggantung rendah di Pegunungan Qingming, menyelimuti kuil tua yang terpencil itu. Di lorong-lorongnya yang sunyi, hanya suara tetesan air yang memecah keheningan. Bayangan *Qing Mei* (梅青), sang tabib yang dulunya dikenal ceria, kini hanya sesosok hantu yang menyusuri tempat itu. Sepuluh tahun lalu, ia dinyatakan hilang, terkubur longsor bersama rombongan pedagang. Semua orang meratapi kepergiannya. Kecuali mungkin satu orang: *Lin Feng* (林峰), tunangannya yang dingin dan berwibawa. Namun, malam itu, di bawah rembulan yang pucat, sosok Qing Mei kembali. Wajahnya pucat pasi, matanya menyimpan *rahasia kelam* yang tak terungkapkan. Ia berdiri di hadapan Lin Feng, yang kini menjabat sebagai pemimpin sekte persilatan terkuat. "Lin Feng," bisiknya, suaranya serak seperti bisikan angin. "Apakah kau mengenaliku?" Lin Feng, yang duduk di kursinya dengan anggun, hanya menatapnya datar. "Qing Mei… Kau kembali. Mustahil." "Mustahil? Bukankah *kau* yang membuatku ‘mustahil’?" Ketegangan memenuhi ruangan. Udara terasa berat, seperti hendak runtuh menimpa mereka. Lin Feng perlahan bangkit. "Apa maksudmu?" tanyanya, nada suaranya *lembut* namun dingin seperti es. Qing Mei tertawa hambar. "Kau tahu betul. Longsor itu… *bukan* kecelakaan. Kau menginginkanku lenyap, bukan? Agar kau bisa menikahi Nona Mu, putri dari sekutu terkuatmu." "Fitnah!" Lin Feng membentak, namun matanya mengkhianati dirinya. Qing Mei mendekat, menatap Lin Feng dengan tatapan yang menusuk jantung. "Selama sepuluh tahun ini, aku hidup dalam bayangan. Aku menyaksikan semua *kebohonganmu*. Aku tahu semua pengkhianatanmu." "Lalu, kenapa kau kembali? Untuk balas dendam?" Qing Mei tersenyum sinis. "Balas dendam? Oh, Lin Feng… aku tidak serendah itu. Aku kembali… untuk *menonton* kehancuranmu." Lin Feng terdiam. Rahangnya mengeras. Ia tahu, di hadapannya bukan lagi Qing Mei yang dulu. Ada sesuatu yang lebih *berbahaya*, lebih dingin, dan lebih… *berkuasa*. "Kau pikir kau bisa mengalahkanku? Aku adalah pemimpin sekte!" bentaknya, mencoba menutupi ketakutannya. Qing Mei menggeleng pelan. "Kau salah. Aku tidak perlu mengalahkanmu. Kau akan mengalahkan dirimu sendiri." Ia melangkah mundur, menghilang ke dalam bayangan. "Karena, Lin Feng… kaulah yang selama ini terperangkap dalam jaringku. Dan jaringku… **SUDAH TERTUTUP!**" Di detik itu, Lin Feng menyadari sebuah kenyataan pahit: Qing Mei bukan korban. Ia adalah *dalang* di balik semua kejadian. Kehilangannya, kembalinya, bahkan *kehidupan* Lin Feng sendiri… semua adalah bagian dari rencana ***sempurna*** yang telah lama ia susun. Rencana yang kini, baru saja dimulai.
You Might Also Like:

0 Comments: