**Mahkota Itu Dicuri Saat Upacara, Dan Semua Orang Menyebutnya Keajaiban** Lentera-lentera emas bergantungan, menari-nari dalam angin malam. Aroma dupa melati memenuhi udara, bercampur dengan keharuman anggrek bulan yang ditanam khusus untuk perayaan ini. Hari ini, Yang Mulia Putri An Ran akan dinobatkan sebagai pewaris takhta Kerajaan Xiulan. Ia berdiri anggun di tengah altar, gaun sutra merahnya berkilauan di bawah sorot lampu. Senyumnya *menipu*, secantik lukisan namun menyimpan badai di baliknya. Senyum itu ditujukan pada Yang Mulia Pangeran Zhi, tunangannya, pria yang dicintainya lebih dari nyawanya sendiri. Mata Pangeran Zhi berkilau penuh cinta, ia menggenggam tangan An Ran erat. Di mata semua orang, mereka adalah pasangan yang sempurna, takdir yang tertulis di bintang. Namun, An Ran tahu yang sebenarnya. Ia tahu bahwa pelukan Pangeran Zhi *beracun*, penuh dusta yang tersembunyi di balik ciuman lembut. Ia tahu bahwa *janji* pria itu telah berubah menjadi belati, mengiris hatinya perlahan tapi pasti. Ia tahu bahwa Pangeran Zhi bersekongkol dengan Perdana Menteri licik, ayah dari selirnya, untuk merebut takhta darinya. Upacara dimulai. Pendeta Agung mengangkat Mahkota Naga Emas, simbol kekuasaan tertinggi Kerajaan Xiulan. Saat mahkota hendak diletakkan di kepala Putri An Ran, sebuah keajaiban terjadi. *MAHKOTA ITU HILANG.* Kepanikan melanda. Para penjaga istana langsung siaga, mencari-cari di setiap sudut. Tapi mahkota itu lenyap seolah ditelan bumi. Pangeran Zhi berpura-pura terkejut, menyalahkan para pemberontak yang ingin mengacaukan kerajaan. Perdana Menteri menyeringai licik, melihat kesempatan untuk menyingkirkan Putri An Ran. An Ran tetap *tenang*. Wajahnya tak menunjukkan emosi. Ia membiarkan semua orang berteriak dan menuduh, sementara pikirannya berputar cepat. Ia tahu persis siapa yang mencuri mahkota itu. "Mungkin... Mahkota Naga Emas memilih penerusnya sendiri," kata An Ran dengan suara *selembut sutra*, namun mampu membungkam seluruh keributan. Semua mata tertuju padanya. "Jika mahkota itu memang ditakdirkan untukku, ia akan kembali," lanjutnya, senyum misterius menghiasi bibirnya. Hari-hari berlalu. Pangeran Zhi, dengan dukungan Perdana Menteri, mencoba merebut takhta. Ia menyebarkan fitnah tentang An Ran, menuduhnya lemah dan tidak pantas memimpin. Tapi An Ran tidak melawan. Ia membiarkan mereka membangun istana pasir mereka, tahu bahwa ombak akan segera datang. Suatu malam, An Ran mengundang Pangeran Zhi ke taman rahasia istana. Di bawah sinar rembulan, ia menyerahkan sebuah kotak kayu kecil kepada pria itu. "Hadiah perpisahan," bisik An Ran, matanya *sedalam jurang*. Pangeran Zhi membuka kotak itu. Di dalamnya, tergeletak Mahkota Naga Emas, berkilauan di bawah cahaya bulan. Pangeran Zhi tersenyum penuh kemenangan. Ia meraih mahkota itu, siap untuk mengenakannya. Namun, saat ia menyentuh mahkota itu, ia merasakan sengatan listrik yang kuat. Ia berteriak kesakitan, menjatuhkan mahkota itu ke tanah. An Ran tersenyum pahit. "Mahkota ini *dikutuk*," kata An Ran. "Hanya pewaris sejati yang bisa mengenakannya tanpa terluka." Rupanya, An Ran telah mengganti inti mahkota itu dengan batu yang dipenuhi racun khusus. Racun itu tidak mematikan, tapi akan membuat Pangeran Zhi menderita seumur hidupnya, mengingatkannya akan pengkhianatannya setiap hari. Pangeran Zhi akhirnya dijebloskan ke penjara, dihukum atas pengkhianatannya. Perdana Menteri dihukum mati. An Ran merebut kembali takhta, bukan dengan kekerasan atau darah, tapi dengan *penyesalan abadi* yang akan menghantui mereka selamanya. Di hari penobatannya yang kedua, An Ran mengenakan gaun sutra putih, melambangkan kesucian dan keadilan. Mahkota Naga Emas kembali bertengger di kepalanya. Ia melihat ke arah kerumunan, mencari sosok Pangeran Zhi di antara para tahanan. Matanya bertemu dengan mata pria itu. *Tidak ada cinta, hanya kehampaan.* An Ran tersenyum *manis dan pahit*. Ia tahu, ia telah membalas dendamnya. Tapi kemenangan itu terasa hampa. Cinta dan dendam... lahir dari tempat yang sama.
You Might Also Like: 47 Chimpanzee Strength Vs Human Finest
0 Comments: